Terabaikan, Dua Kakak Beradik di Indihiang Tasikmalaya Ditemukan Meninggal saat Isoman

 


Laporan BT


TASIKMALAYA, NEWSLETTERJABAR.COM-- Melonjaknya kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir berdampak pada meningkatnya tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) dan tingkat kematian.


Fenomena ini menjadi potret nyata kolapsnya fasilitas kesehatan yang menyebabkan pasien Covid-19 kesulitan mendapatkan layanan medis yang layak.


Berbarengan itu, penyebaran Covid-19 di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, salah satunya, kian mengkhawatirkan.


Terkait itu, disebutkan, dua orang warga Kecamatan Indihiang  yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) ditemukan meningal di rumah, Kampung Cipapagan RT 06/05, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Sabtu 3 Juli 2021 malam.


Menurut keterangan yang dirangkum tim redaksi, keduanya merupakan kakak-beradik yang tinggal dalam satu rumah dan sudah menjalani isoman lebih kurang satu pekan.Y dan A menjalani isolasi mandiri di rumah setelah dinyatakan positif melalui tes swab PCR.


Diduga, karena tidak mendapatkan pemantauan dan perawatan medis kondisi keduanya justru semakin parah hingga meninggal dunia di rumah itu.


Ketua RW setempat, Edi Junaedi, mengatakan, 2 warganya yang meninggal mengalami gejala panas dingin.


“Yang pertama meninggal kakaknya sekira pukul 14.00 WIB. Selang satu jam kemudian adiknya meninggal juga,” ujar Edi, Senin malam, (05/07/2021).


Dijelaskan dia, pihaknya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kelurahan tapi tidak langsung mendapat tanggapan. Begitupun saat dilaporkan adiknya meninggal sekira satu jam setelah kakaknya meninggal juga, masih tidak ada tanggapan.


Ia pun kemudian melaporkan kejadian tersebut ke salah seorang anggota dewan Kota Tasikmalaya.


“Awalnya pihak kelurahan belum menanggapi. Namun, setelah dihubungi anggota dewan baru merespon. Saat itu baru petugas dari BPBD dan dinas kesehatan ada mengurus jenazah kakak adik ini,” ujar dia.


Dituturkan Edi, Y (51) dan A (45) tinggal bersama 4 anggota keluarga lainnya yang juga terkonfirmasi positif Covid-19 yang
saat ini sudah dibawa petugas ke rumah sakit untuk menjalani isolasi dan perawatan.


“Saya harap pemerintah melakukan pemeriksaan atau tes swab kepada keluarga korban dan warga sekitar agar masyarakat tidak resah serta mengetahui kondisi kesehatannya.” harap dia.


Ditambahkan Edi, petugas berpakaian hazmat membawa 2 buah peti mati untuk pemularasaan 2 jenazah kakak dan adik tersebut.


“Korban sudah dimakamkan di pemakaman umum milik warga,” kata dia.


Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat  saat itu mengaku sedang berada di kediaman Plt Wali Kota untuk mengurus pemindahan perawatannya ke RSUD dr Soekardjo.


"Saya sedang di kediaman Pak Plt. beliau mau dipindah ke RSU agar perawatannya lebih intensif. Kami memohon doa dari warga kota untuk kesembuhan Pak Plt Wali Kota," ujar Uus.


Diketahui, sebelumnya Plt Wali Kota dan istri terpapar positif Covid-19 berdasar hasil tes usap sejak Rabu sore (23/06/2021) dsn menjalani isolasi mandiri.


Sedangkan berkenaan dengan kabar meninggalnya adik kakak Y dan A diakui Uus mendapat kabar dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya yang menerima informasi dari warga.


"Petugas BPBD saat itu juga sudah langsung meluncur ke lokasi kejadian, mengevakuasi jenazah kedua korban," aku dia.


Sementara, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, hingga Minggu, 4 Juli 2021, akumulasi kasus terkonfirmasi Covid-19 jumlahnya sebanyak 8.871 kasus, dengan penambahan kasus harian sebanyak 66 orang, kasus sembuh 32 orang, dan kasus meninggal 7 orang; sedangkan total kasus aktif sebanyak 1.069 orang, total kasus sembuh sebanyak 7.540 orang, dan total kasus meninggal sebanyak 262 orang. (Ed.TG)