Lagi-lagi, di tengah Terjangan Banjir di Pameungpeuk, di Cibalong terjadi Kebakaran


 GARUT, NEWSLETTERJABAR.COM-- Banjir kembali terjadi di Garut Selatan. Banjir tersebut melanda beberapa daerah yang mengakibatkan tergenangnya air yang menutupi jalan serta areal pesawahan. Jum'at (12/11/2020) sore.


Berdasarkan informasi yang terhimpun newsletterjabar.com, banjir terjadi diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi.


Salah seorang warga Kampung Jempang, Jalan KH Hasan Marpu, Desa Jatimulya Pameungpeuk, Ao Suryana bin H. Maolani, menyampaikan, beberapa daerah seperti di Kampung Mancagahar, Kampung bunisari Desa Mancagahar; Kampung Jempang, Cidahon, Babakan Desa Jatimulya; Kampung Nangoh Pasampe Desa Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk tergenang air.


Walau tidak ada korban jiwa, lanjut Ao, namun  di beberapa tempat terdapat kerusakan isi rumah dan di areal pesawahan, padi yang baru ditanam hancur.

"Air yang menggenangi jalan itu pun cukup menyulitkan para pengendara termasuk pengguna jalan lainnya," ungkap Ao.

Sementara itu, seorang warga Kampung Citoe, Desa Karyasari, Kecamatan Cibalong, Aris Rusmiati, menyampaikan, selain terjadi banjir di Kampung Pasirsari, desa karyasari Kecamatan Cibalong, juga terjadi musibah kebakaran satu unit rumah.

"Ya, di tengah peristiwa banjir, terjadi juga peristiwa kebakaran di Kampung Pasirsari," jelas Aris Rusmiati.


Terkait peristiwa banjir tersebut, pihak Kapolsek Pameungpeuk, AKP Dedin Permana, S.H., memberikan sebuah laporan kepada pihak Kapolres Garut. Jum'at (13/11/2020) sore.

Dalam perihal laporan disebutkan, banjir Jalan Raya Cilauteuren dan Longsor yang menutup akses perhubungan Desa Bojong - dan Desa Pameungpeuk.

"Telah terjadi banjir tinggi air 40 cm menutup akes jalan raya Cilauteuren, tepatnya di depan SPBU Pameungpeuk, mengakibatkan arus lalin macet; Kampung Mancagahar Desa Mancaghar mengakibatan area pesawahan dan rumah terendam," tulis Dedin dalam laporan.

Ditambahkan, longsoran tanah tebing setinggi 30 meter dan lebar 20 meter yang menutupi akses jalan menghubungkan antar Desa Pameungpeuk dan Desa Bojong.

"Longsor terjadi akibat tingginya curah hujan, 14.00 - 16.00 WIB. Akibat kejadian tersebut akses dari Desa Pameungpeuk menuju Bojong dan sebaliknya belum bisa dilalui oleh kendaraan, baik Roda dua maupun Roda empat," sambung dia.

Dijelaskan, intensitas hujan kembali deras dari pukul 17.00 WIB sampai dengan saat ini belum reda

"Upaya yang dilakukan  dengan cara manual, berusaha membuka akses jalan tersebut".

"Sampai dengan laporan dibuat akses masih belum bisa 7dilalui mengingat minimnya alat yang ada," tutup laporam AKP Dedin Permana, S.H. (Ling)